Sakit di tulang ekor bisa menjadi gejala dari beberapa hal, seperti cedera akibat jatuh, duduk terlalu lama di permukaan keras, atau kondisi persalinan dan kehamilan. Gejala nyeri ini bisa disertai dengan memar, bengkak, nyeri saat duduk, berdiri, atau buang air besar, bahkan dapat menyebar ke area paha dan kaki. Jika disertai demam, perubahan pada kulit, atau nyeri saat buang air kecil, bisa jadi ada penyebab lain seperti infeksi atau kista pilonidal.
Sakit tulang ekor sebagian besar tidak berbahaya, tetapi bisa menjadi berbahaya jika disertai gejala seperti demam, mati rasa, atau kesulitan mengontrol buang air. Nyeri yang parah atau berlangsung lama juga memerlukan pemeriksaan medis, karena bisa jadi merupakan tanda kondisi seperti tulang retak, gangguan saraf, atau bahkan tumor.
Tulang ekor bisa menyebabkan kelumpuhan, namun hanya jika cedera yang terjadi parah dan menyebabkan kerusakan pada saraf di sekitarnya. Cedera ringan biasanya hanya menyebabkan nyeri dan memar, tetapi jika kerusakan saraf terjadi, ini dapat mengganggu fungsi motorik dan berpotensi menyebabkan kelumpuhan, terutama pada kasus ekstrem seperti patah tulang ekor yang parah.